Risiko gagal bayar pinjaman online yang harus kalian pahami

Risiko gagal bayar pinjaman online dimulai dengan serangan mental. Sebagian kalian saat ini mungkin merasakan kegelisahan batin yang luar biasa bikin frustasi, pikiran kalut yang sedang berkecamuk di pikiran dan hati kalian.

Yaitu tentang DC atau debt collector yang akan datang menagih ke rumah atau ke tempat kerja.

Rasa takut akan didatangi DC ke rumah atau ke tempat kerja memang lumrah dan banyak menghantui mereka yang saat ini posisinya galbay alias gagal bayar pinjol. Namun sebenarnya rasa takut itu hanyalah ketakutan yang terlalu berlebihan.

Bagaimana jika pinjol tidak dibayar ? memang ada sebagian orang yang gagal bayar itu didatangi oleh DC. Contoh yang sering kita temui orang yang kredit motor/mobil lalu gak bisa bayar, dia diatangi oleh DC, kendaraan ditarik. Atau orang yang punya pinjaman di Bank dan galbay lalu di datangi DC.

Contoh tersebut diatas adalah kejadian yang umumnya bisa kita lihat dan sering terjadi di masyrakat. Namun beda kasus, jika kalian galbay di pinjaman online ilegal. Tidak bisa kalian samakan dengan contoh kasus mereka yang galbay di atas.

Memang sekilas seperti sama. tapi sebenarnya itu sanagat berbeda jauh. apalagi antara kalian dan teman kalian misalnya, yang lain tinggal di Jakarta yang lainnya tinggal di Sumatera.

Dua orang ini sama-sama punya masalah galbay. tentu tidak mungkin kalian berfikir sama-sama didatangi oleh DC. Ini berbeda jauh dan tidak bisa dipukul rata.

Ada orang yang tinggal di Jakarta lalu yang di Sumatera juga ketakutan. ini kan berbeda, karena kita akan ada jarak yang akan ditempuh oleh DC Nya. Seberapa luas sih jaringan perusahaan pinjol ini. belum tentu juga mereka ada di semua provinsi.

Ini sebenarnya hanyalah ketakutan yang berlebihan. Inilah risiko gagal bayar pinjaman online.

Kalau mau digali lebih lanjut, kalaupun si DC datang ke rumah apa sih sebanarnya yang ditakutkan ?

Ada yang bilang “saya takut kalau mereka itu tidak beretika”

Ada juga yang menjawab “Saya takut nanti saya malu sama tetangga”

Dan masih banyak lagi alasan-alasan ketakutan yang sebenarnya itu semuanya hanyalah berlebihan semata.