NIB berbasis risiko lebih mempermudah masyarakat dalam berusaha

Tahun 2021 yang lalu pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. PP ini ditujukan dalam rangka percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha.

Masyarakat tentu menyambut baik terbitnya PP ini. Dan ini tentunya bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan perizinan berusaha. Sehingga seharusnya tidak ada lagi alasan tidak memiliki izin usaha.

Sejak tahun 2014, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk proses perizinan usaha mikro dan kecil yaitu dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan untuk Usaha Mikro dan Kecil, yang dalam impelemtasinya IUMK diterbitkan oleh Camat atas dasar pendelegasian wewenang dari Bupati/Walikota.

Dalam rangka percepatan proses perizinan, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Untuk menindaklanjuti PP tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM mengeluarkan 2 (dua) Peraturan Menteri, yaitu; Peraturan Menteri Nomor 11 Tahun 2018 tentang Perizinan Usaha Simpan Pinjam Koperasi dan Peraturan Menteri Nomor 02 Tahun 2019 tentang Perizinan Berusaha terintegrasi secara Elektronik Bagi Usaha Mikro dan Kecil.

Dalam PP tersebut terdapat 2 jenis izin berusaha yaitu Izin Usaha dan Izin Komersial atau Operasional. Untuk pemohon perizinan berusaha sendiri terdiri atas Pelaku Usaha Perorangan yaitu orang perorang dan Pelaku Usaha Non Perorangan (seperti; PT, CV, koperasi, dsb).

Dalam pengamatan kami implementasi perizinan berusaha berbasis OSS ini belum sepenuhnya optimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Sosialisasi yang belum massif mungkin bisa jadi penyebabnya. Sehingga masyarakat dan pihak-pihak terkait menjadi gamang.

Untuk itu kami menyambut baik kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kemenkop & UKM RI ini. Pada forum ini tentu peserta akan diberikan informasi-informasi penting dan relevan terkait penerbitan IUMK berbasis OSS. Peserta dari unsur pelaku UKM serta pendamping UKM juga dapat memberikan feedback atas pengalaman-pengalaman selama menggunakan situs oss.go.id.

Terakhir kami berpesan kepada semua peserta untuk dapat mengikuti semua rangkaian sosialisasi dan pembekalan teknis penerbitan IUMK melalui situs OSS ini secara baik dan cermat. Sehingga pengalaman yang didapatkan nantinya dapat dimanfaatkan dan disebarluaskan kepada pelaku UKM yang ada di DIY.